Sabtu, 23 Oktober 2010

Ayo Asah Gergaji!

Seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk memotong kayu dengan gergaji tangan di gudang penyimpanan kayunya. Karena dijanjikan gaji yang lumayan besar dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, membuat si calon pemotong kayu itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah gergaji tangan dan menunjukkan jumlah tumpukan pohon yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si tukang kayu Hari pertama bekerja, dia berhasil memotong 15 batang balok berukuran besar. Sore hari, mendengar hasil kerja si tukang kayu, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu memotong balok-balok itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si tukang kayu bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil memotong 10 batang balok. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit balok kayu yang berhasil dipotong dengan gergaji. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir si tukang kayu merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah gergajimu?” “Mengasah gergaji? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari memotong balok-balok dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si tukang kayu. “Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan gergaji baru dan terasah, maka kamu bisa memotong balok kayu dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan gergaji yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah gergajimu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah gergajimu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.

Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si tukang kayu berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah gergaji.

Tanpa sadar, kita pun sering bersikap seperti Si Tukang Kayu. Setiap hari, dari pagi hingga malam hari, sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga tanpa sadar 'gergaji' alias kemampuan atau ilmu kita tumpul, produktivitas kita akan terus menurun.

Setiap hari kita bisa saja menemui masalah baru. Tentu masalah ini tak mungkin diselesaikan dengan ilmu yang sama yang menyebabkan kita masuk ke dalam masalah itu. Artinya kita harus terus mengembangkan diri,mengupgrade ilmu kita.

Benar kata seorang teman. Mungkin syaithan tak mampu membisiki kita, menggoda kita untuk berbuat jahat dan maksiat. Namun syaithan akan menyibukkan diri kita, hingga kita tak sempat berpikir mengembangkan diri. Bukankah jika kita menjalani suatu hari yang kualitasnya sama saja dengan hari sebelumnya artinya kita merugi?

Kamis, 02 September 2010

Membangun bisnis dari NOL

Inspirasiku, semoga menjadi inspirasi kita semua.

Oleh Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom. [President Director United Balimuda]


Berbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. "Saya sebenarnya ingin menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal" begitulah kira-kira komentar dari rata-rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnis.

Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahun yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah "Easy Money", uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu?

Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk menutupi kesalahan-kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak mencapai target, ketika piutang tidak tertagih, ketika team tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, ketika pendapatan tidak dapat menutupi biaya yang harus dikeluarkan, maka dengan easy money dan easy credit anda akan merasa baik-baik saja. Ini karena selalu dapat menutup kekurangan cash flow tanpa melakukan perbaikan kinerja, sehingga rendahnya sales tidak mempengaruhi psikologi perusahaan, dan team anda seolah-olah mendapatkan pesan "mencapai target sales tidak penting di perusahaan ini".

Banyak entrepreneur berlari dari satu masalah ke masalah yang lebih dalam karena selalu menutupi kesalahannya dalam berbisnis tidak dengan cara melakukan perbaikan fundamental dalam melakukan bisnis. Ketika bisnis mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan oleh kinerja yang payah yang mereka lakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi keuangan, dengan memberikan talangan uang cash baik yang diambil dari kocek pribadinya maupun dengan cara menghutang, bahkan banyak di antara yang saya jumpai mereka menutup masalah keuangan dengan cara memakai uang rentenir yang berbunga tinggi.

Mereka memimpin dengan uangnya, sampai satu titik bisnis mereka benar-benar berhenti karena beban keuangan sudah sangat dalam sedangkan kinerja bisnisnya tidak pernah membaik seperti yang dibayangkan. Entrepreneur sukses memimpin perusahaan bukan dengan uangnya tetapi dengan waktunya!

Sebuah kontradiksi, para pemula menganggap bahwa uang adalah kunci sukses bisnis, kenyataannya uang justru bisa menjadi pembunuh bisnis, karena uang yang mudah membuat entrepreneur bodoh. Kalau kita lihat kisah sukses para pebisnis, sebagian besar diantara mereka justru memulai bisnis dengan serba kekurangan modal, inilah yang memaksa mereka selalu berfikir kreatif, karena tidak ada pilihan kecuali harus meningkatkan kinerja perusahaan untuk bertahan hidup dan berkembang.

Mereka memulai usaha dengan modal seadanya, mengumpulkan uang lewat bisnis kecil dan melangkah ke bisnis selanjutnya yang lebih besar. Sebenarnya apa yang mereka lakukan dalam dunia entrepreneurship disebut "Financial Bootsrapping", meminimalisasi uang cash yang diperlukan ketika memulai sebuah bisnis.

Financial bootstrapping bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara mendapatkan barang dengan tempo pembayaran yang panjang, berbagi sarana bisnis dengan orang lain, penerapan inventory minimum, dan sebagainya. Banyak buku-buku yang memberikan inspirasi bagaimana anda memulai bisnis dengan modal yang sangat terbatas (mereka menyebutnya modal 0 atau modal dengkul), saya juga baru menyadari bahwa saya melakukan financial bootstrapping ketika memulai bisnis, barangkali itulah sebabnya saya ditulis sebagai salah seorang yang termasuk dalam buku 10 Pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0 terbitan Gramedia.

Cerita yang sangat menginspirasi datang dari Dell Computer yang memulai bisnis hanya dengan US 1.000 dolar, dan dalam beberapa tahun bisa membawa Dell Computer menjadi bisnis dengan skala ratusan juta dollar.

Pertanyaannya "Dapatkah anda memulai bisnis dengan uang cash sejuta sampai sepuluh juta rupiah saja?"

Sumber IIBF

Rabu, 17 Februari 2010

Oleh-oleh tips bisnis IIBF

1. Think big, start small, grow fast.
Tidak berbahaya samasekali jika mimpi anda besar tapi tidak tercapai..., tapi akan berbahaya bila mimpi anda rendah dan itu tercapai.
2. Belajar memulai dari uang yang sangat sedikit.
Kebanyakan orang beranggapan uang adalah satu-satunya faktor untuk memulai usaha.
banyak bisnis besar awalnya dimulai dari sesuatu yang kecil. mungkin bermodalkan uang beberapa puluh atau beberapa ratus ribu rupiah...tapi visi yang besar membawanya ke tujuan.
Kadang banyak uang membuat kita tidak kreatif kalau gak mau dibilang bodoh.
Kelola usaha kita dengan ilmu, keterampilan dan waktu...bukan uang.
3. Networking
Networking is not who you know
networking is who knows you.
Disuatu kesempatan saya juga berusaha mempraktekkan ilmu ini, saya tidak hanya kenal dengan banyak teman tapi teman saya juga mengenal saya usaha saya. Alhasil bila diantara mereka terpikir untuk usaha tertentu atau membutuhkan jasa dari usaha saya, InsyaAllah mereka akan kontak saya terlebih dahulu.
4. Never forget
every body is always somebody or somebody's somebody.
Tidak pernah efisien dengan siapapun, layanilah seseorang dengan baik. Siapa tahu dia adalah orang penting atau seseorang dari orang penting yang sangat bermanfaat bagi kita.
5. Fish the big fish are (time managemement)
6 Always answer the question why should this customer do business with me.
7. Be straigth at all time and speak the truth.
Selalu terus terang dan mengatakan sebenarnya walaupun banyak perasaan gak enak.
8. inspire loyalty
9. Design your success because it's not an accident.

Senin, 14 Desember 2009

Business Rich Class Bersama Pak Heppy Trenggono



Survey ini dilakukan di Amrik Ternyata…………..
• 50% dari perusahaan yang ada gagal di tahun ke-2
• 80% dari 50% tersebut gagal pada tahun ke-5
• Dari sisanya, 96% gagal di 10 tahun pertama
• Hanya 4 % yang lolos 10 tahun brbisnis, namun kebanyakan hanya memiliki keuntungan 20 milyar pertahun
• 80% dari bisnis di dunia, perusahaannya ingin dijual. Tetapi 99% mereka tidak mengakuinya
BAGAIMANA KITA DAPAT MENJADI BAGIAN 4% DAN MEMILIKI KEUNTUNGAN LEBIH DARI 20M/TAHUN?
Kunci dari bisnis adalah
1. CLARITY = POWER
Everytime you unclear , you tend not to act
2. Segala sesuatu yang kita lakukan, lakukan dengan really really well LAKUKAN YANG TERBAIK!
Ternyata….
Tidak banyak2 hal yang membuat suatu perusahaan itu gagal…
Kesulitan keuangan, SDM yang tidak loyal,penjualan yang menurun itu hanya suatu sindrom. Kenalilah penyebab utamanya.
6 KESALAHAN BESAAR ENTREPRENEUR
1. Obsesion to product (percaya diri tak perlu berlebihan)
Kadang begitu banyak ide-ide bagus tapi pada kenyataannya tidak meledak dipasaran.
It is like Mother loves her baby.
Misalnya, siapa yang tidak mengakui kalau mobil tenaga matahari bukan ide bagus. Mobil itu sudah ditemukan sejak tahun 1970an tapi berapa banyak orang yang memakai mobil itu sekarang.
Begitu banyak burger yang rasanya lebih enak dari Mc Donalds, tapi berapa banyak yang bisa menjual jauh lebih banyak dari Mc Donald
It’s never what you do but it’s how you do
MILIONER FORMULA :
a. Ketahui apa yang diinginkan konsumen
b. Buat produk yang diinginkan konsumen
c. Berikan kepada mereka
Selalu sederhana

2. Speed (hati-hati terhadap kecepatan. Perusahaan yang cepat naik,cepat pula turun).
Profesi entrepreneur membutuhkan keahlian seperti profesi lainnya. Semakin besar suatu usaha semakin dibutuhkan peningkatan keahlian atau kapasitas kita sebagai entrepreneur.
Ibarat dahulu kita menggerakan usaha kita dengan sepeda roda tiga, bila kita ingin beralih ke mobil agar lebih cepat maka kita perlu mempelajarinya terlebih dahulu sebelum mengendarainya. Ingin lebih cepat lagi kita gunakan pesawat jet, tapi ingat semakin cepat kendaraan yang kita gunakan maka kita harus semakin terampil dengan instrument yang ada. Bagaimana membaca parameter yang ada dikokpit pesawat seperti ketinggian, altitude dll, lalu Tuas mana yang harus kita tarik segera bila pesawat sedang menukik ke bawah, menghadapi gunung dsb.
Sebagai entrepreneur juga banyak parameter-parameter keuangan yang harus dibaca dan apa yang harus dilakukan di masing-masing kondisi dari besar usahanya.
Jangan sampai kita mengendarai pesawat F 16 dengan keahlian mengendarai sepeda roda tiga. Bisa kacau kan?
Bagaimana cara membedakan antara speed dan growth?
Unstopable to learn, practice, improve your self
IIBF mengadakan coach untuk financial literacy bagi perusahaan yang sudah berjalan agar kita semakin fasih membaca dan melakukan tindakan yang penting dengan percaya diri.
3. Technical success
Bila anda suka memasak, sangat disarankan untuk tidak membuka restauran. Kenapa?
Karena anda hanya akan senang di dapur, sedangkan uang tidak diciptakan di dapur tapi di meja pelanggan.
Jangan hanya berlandaskan keahlian dan kesenangan, pikirkan marketingnya . tambah dengan bisnis skill dan siapkan manajemen.
Tapi jika Anda tetap senang memasak, silakan membayar atau bermitra dengan orang yang memiliki bisnis skill.
4. Irrational exuberance
Kadang banyak proposal bisnis ditawarkan dengan begitu menjanjikan atau muluk.
(terlalu exited terhadap produk tsb dan tidak peduli masukan orang lain, terlalu optimis / hilang kepekaan)
Jangan emosional, tapi lakukan bisnis dengan hati yang lapang, ringan. Risk and Reward analysis
Bisnis itu bukan sekedar feeling tapi tetap harus dihitung dengan kalkulator.
High risk high return..biarlah jadi slogan orang lain.
Tapi low risk high return menjadi slogan seluruh anggota IIBF.
5. Lack of second idea
(kehilangan ide kedua. Terjadi pada perusahan yang awalnya sukses sekali, terjebak pada kesuksesan masa lalu) kenapa? Karena pasar berubah
Begitu banyak produk yang sukses di masa lalu, tapi tidak ada kabarnya sekarang.
Jadi kita harus terus berinovasi.
6. Run out of cash (kehilangan uang cash)
Banyak perusahaan yang berkembang dan penjualannya meningkat, tapi merasa tidak ada duitnya. Rasanya hanya cukup gaji karyawan saja.
Sebagai seorang entrepreneur harus sangat paham membedakan antara “profit” dan “cash”.
Menurut Anda mana yang lebih baik, profit atau cash?
Suatu usaha walau tidak profit akan tetap bertahan asalkan ada cash.
Tapi suatu usaha walau profit tidak akan bertahan lama tanpa cash.
Sebagai contoh:
Saya punya uang Rp 1000 saya belikan barang untuk dijual lagi seharga Rp1200, tapi karena tidak laku akhirnya saya obral dengan harga cash Rp 900. Berarti saya rugi Rp 100 kan?
Nah dari uang cash Rp 900 itu saya belikan lagi barang lain yang menurut saya akan lebih bisa terjual. Ternyata memang saya bisa menjual barang lain tsb dengan harga Rp 1200 cash. Dan saya bisa memutarkan cash saya ke barang lain lagi
Contoh lain:
Saya punya uang cash Rp 1000 saya belikan barang, dan ternyata laku dengan harga Rp 1500 dengan tempo pembayaran 2 bulan. Secara perhitungan saya untung Rp 500 kan?
Tapi selama 2 bulan, saya tidak memiliki uang cash untuk membayar kebutuhan operasional saya (upah, supplier,dll) dan akhirnya usaha terpaksa saya harus tutup.
Defisit dan Profit hanyalah istilah akutansi yang bisa ditulis di atas kertas, tapi kalo cash itu tidak bisa diutak-atik harus ada…ibaratnya itu adalah darahnya perusahaan.
Idealnya memang asset kita bisa terjual dengan profit dan dibayar cash.
Mungkin diantara kita pernah melakukan 6 kesalahan di atas, walau Cuma satu sebenarnya sudah cukup untuk membunuh usaha kita .
Nah itu sesi pertama dari beberapa sesi lainnya dari Business RICH Class Pak Heppy trenggono pada launching Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Barat di Bandung tgl 4-5 Desember 2009
Siapa yang ingin berjuang bersama di komunitas bisnis islami, saling belajar dan mengajari dan saling menguatkan satu sama lain? Yuk join IIBF

Selasa, 17 November 2009

Heppy Trenggono


Belajar dari murid kesayangan Keith J Cunningham (ayah kayanya Robert Kiyosaki, gurunya Brad sugars dan Anthony Robbins)...Luar biasa,...itulah Heppy trenggono. Pengusaha muslim yang suangat kaya raya
Awalnya sempet tertarik ketika baca brosur workshop beliau bulan Agustus lalu ..acaranya di semarang.
Wah jauh juga nih saya kan diBandung...tapi ya sudah ga apa2..gimana gak penasaran, isinya
"Bagaimana saya bangkit dari kejatuhan dan lilitan hutang 62 milyar dalam waktu 2 tahun"
Wuih gede juga nih dari hutang saya :-)
Hebatnya lagi beliau berhasil kembali membangun bisnisnya hingga asetnya informasi terakhir dah 2,5 Trilyun... ckckck
duh ...bentar hitung dulu nolnya da berapa nih.
Akhirnya saya tahu niat beliau mengadakan workshop ini untuk launching IIBF (Indonesian Islamic Business Forum)
workshop nya luar biasa, saya belajar tentang:
  1. Kesalahan terbesar yang biasa dilakukan oleh seorang entrepreneur dan bagaimana cara menghindarinya. Nah materi yang ini gue banget, saya sarankan bermanfaat banget buat yang baru mulai usaha sebelum berdarah-darah.
  2. Mengurai dan menstrukturi hutang yang sudah terlanjur.( cocok untuk yang dah berdarah-darah) Yang jelas praktis banget buat yang gak ngerti akunting sekalipun.
  3. Mengatur cashflow agar bisnis berumur panjang dan untung.
  4. tools yang diperlukan untuk mewujudkan ide bisnis dan bisnis ke tingkat sebelumnya.
Beda dengan seminar...ini workshop, kita diajari budaya curhat. Loh curhat aja kok diajari ya?
Begini, biasanya kalo pengusaha-pengusaha ketemuan di suatu forum-forum bisnis pasti yang diceritain suksesnya terus dan orang juga seneng kalo denger cerita yang sukses2, iya kan?
Padahal pengusaha yang lagi cerita sukses itu juga 99% punya masalah..tapi siapa yang mau dengerin masalahnya? apalagi mecahin masalahnya. Apalagi dah cerita sukses gitu kan kadang malu juga punya masalah.
Nah di IIBF ini semua bisa curhat masalahnya. Dari mahasiswa baru bisnis ratusan ribu sampe pengusaha beromzet milyaran...subhanallah kita banyak berbagi masukan dan saran. Bahkan akhirnya terjalin kerjasama saling menguntungkan.
Alhamdulillah Launching IIBF Jawa barat InsyaAllah akan diadakan bersamaan dengan workshop bisnis tgl 4-5 Desember di hotel Golden Flower Jl Asia Afrika Bandung.

Pendaftaran bisa ke Sekretariat IIBF Jawabarat
Jl Sukamulya No.8 Bandung tlp 022-60848383

Radio MQ FM 102.7 FM
tlp 022-2005131

Jumat, 26 Juni 2009

Mengeluh lagi?

Kita selalu bertanya dan Quran sudah menjawabnya:

Kita bertanya :
Kenapa aku diuji ?
Quran menjawab:
“Apakah manusia itu dibiarkan saja mengatakan , “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji ? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta ." (Surah al- Ankabut, ayat 2-3)


Kita bertanya :
Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan ?
Quran menjawab,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatau, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah al-Baqarah, ayat 216)

Kita bertanya : Kenapa ujian seberat ini ?
Quran menjawab,
Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Surah al-Baqarah, ayat 286)


Kita bertanya : Kenapa mesti frustasi ?
Quran menjawab,
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
(Surah al-Imran, ayat 139)


Kita bertanya : Bagaimana harus aku menghadapinya ?
Quran menjawab,
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Surah al-Baqarah ayat 45)


Kita bertanya : Kepada siapa aku berharap?
Quran menjawab.
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya.Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (Surah at-Taubah, ayat 129)


Kita bertanya: Apa yang aku dapat dari semua ujian ini?
Quran menjawab,
“Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” (Surah at-Taubah, ayat 111)


Kita berkata : Aku tak tahan!!!
Quran menjawab,
“. .dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Surah Yusuf, ayat 87)


Kita berkata: Sampai kapan aku menderita begini ?
Quran menjawab,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah al-Insyirah, ayat 5-6)


Sudah ..Jangan mengeluh..ayo baca Quran

Kamis, 25 Juni 2009

Play to Win

Kita harus memiliki mental "Play to win" atau bermain untuk menang dan bukan "play not to lose" atau bermain untuk tidak kalah.
Sepertinya sederhana dan punya makna hampir sama ...tapi hasil akan berbeda. Karena pengertian "play not to lose" hanya memberikan kita semangat untuk sekedar bertahan, bukan jadi pribadi yang sukses sesungguhnya.
Ibaratnya bagai bermain sepak bola kalo kita ingin Play to win pasti kita akan berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya agar menang. Sedangkan bila kita punya prinsip "play not to lose" kita hanya berusaha mati-matian menjaga gawang agar tidak kebobolan.
Mungkin bila dalam kamus kita ada kosakata yang serupa dengan Play not to lose sebaiknya diganti saja. Misalnya daripada menggunakan istilah "mencoba setidaknya tidak gagal" diganti dengan "mencoba untuk berhasil".
Motto "Berjuang meraih surga" lebih baik daripada "berjuang untuk tidak masuk neraka"...karena untuk ungkapan yang kedua biasanya kita hanya melakukan ibadah seperlunya yang wajib-wajib saja atau standar. tul gak?

Kenapa manusia bisa berpikir seperti itu, ternyata saya juga baru ngeh bahwa otak manusia hanya berasosiasi dengan kalimat positif saja.
Misalnya : bila kita diminta untuk jangan memikirkan topi berwarna merah...secara otomatis otak kita sudah memvisualisasikan topi merah walau sudah berusaha memejamkan mata sekalipun.
Sejak itu kalimat yang saya gunakan ke anak juga saya edit dulu dalam hati apakah sudah memiliki asosiasi yang positif.
Saya baru sadar kalau anak saya suka melempar-lempar barang karena dulu saya peringatkan dia dengan ucapan " jangan dilempar ya Nak!"
Walhasil bisa ditebak hasilnya anak saya tetap senang melempar apapun sampai saya gemes sendiri ihhh.
Saya coba ganti dengan ungkapan lain " pegang terus ya nak, atau simpan di tempatnya lagi"
Alhamdulillah Luar biasa....anak saya lebih nurut mengikuti kata saya...
Berarti selama ini bukan anak saya yang salah...tapi saya hehe...